Naraya
Makhluk menyeramkan itu garang menerjang dengan kejam ikut menyeret tubuh perempuan malang yang nyaris kehabisan darah bersamanya. Sosok jahat tersebut menjadikan makhluk itu sebagai perisai untuk mencegah Naraya berbuat lebih nekat. Mereka berada pada posisi yang menyulitkan dan tersudut, hingga sebuah celah dari penolong yang baik menangkap isyarat jika ada peluang yang bisa mereka gunakan untuk menyelamatkan majikan perempuannya yang teraniaya.
Naraya menangis dan marah pada dirinya sendiri untuk kali ini dia harus pasrah dan merelekan nyawanya jika harus ditukar dengan ibunya. Namun isyarat dalam diam dan pandangan matanya menunjukkan jika wanita tersebut melarangnya berbuat bodoh dan memilih mengakhiri penderitaan dirinya. Sekali lagi khayalnya menghadirkan potongan-potongan kisah indah mereka jika kelak bisa berkumpul kembali. Naraya memegang tombaknya sedemikian erat alhasil jari-jari tangannya menjadi memerah. Gadis itu memejam mata sesaat lalu menarik kerisnya untuk dia pegang di depan dadanya.
Suara pekik bergemuruh dan sebuah jeritan kesakitan yang seolah-olah membelah seluruh gua jelas terdengar. Naraya yang tadinya siap menunggu seraya memejamkan mata kali ini mencoba mengenali setiap bagian yang terasa sakit atau aliran cairan berwarna yang membasahi lantai atau bajunya. Namun usahanya tidak berhasil sebab suara yang dia dengar menggelegar tersebut adalah suara dari makhluk yang menyeramkan itu.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
