Naraya
Naraya jelas kaget dan tidak terima jika Pak Sarwo mengorbankan dirinya kepada makhluk menyeramkan itu. Naraya mencoba membuka paksa pintu dari dalam tiada berhenti memanggil nama Pak Sarwo, dirinya menyesal telah lalai dalam setiap tindakannya. Hatinya semakin khawatir karena keselamatan pengawalnya sangat penting, jika mereka harus tewas di gua ini Naraya ingin meninggal bersama dan itu adalah akhir sebuah perjuangan bukan hadiah seperti yang dia terima saat ini.
Gadis itu terus larut dalam upayanya, membebaskan diri agar ada peluang baginya untuk membantu pengawalnya. Naraya sudah lelah mendapat serangan terus sejak menginjakan kaki di tempat ini semua pengharapannya seperti harus dibayar nyawa. Kesempatan mereka berada di tempat ini pun semakin singkat. Beberapa jam lagi mereka akan tertarik kembali ke dalam pintu berkabur yang sangat gelap dan dingin di dalamnya.
Naraya memberanikan dirinya untuk mencoba negosiasi dengan makhluk tersebut, saat makhluk itu terdengar melewati ruang tempat dirinya di kurung, Naraya memanggilnya dengan pangilan seru, aneh tapi begitulah karakternya.Terdengar langkah kaki yang berat dan suara geraman halus, beberapa kali makhluk itu terdengar bersin dan suaranya semakin uring-uringan. Naraya tiba-tiba merasa sesuatu yang buruk bakal akan terjadi padanya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
