Naraya
Malam beranjak naik dan mereka memilih menjalaninya dengan hangat dan terang setidaknya kondisi demikian menjadi aman bagi mereka berdua untuk menghadapi malam. Mereka berdua masih menikmati hidangan malam yang cukup mengenyangkan yang terdiri dari seekor rakun yang berhasil ditangkap oleh Pak Sarwo tadi sore. Naraya memang tidak makan daging, gadis itu hanya menikmati buah-buahan yang ditemui disepanjang aliran sungai. Kopi yang memberikan rasa nyaman sedikit menghalau dinginnya malam. Keduanya masih larut dalam pikiran masing-masing, dan diam-diam menghitung sampai urutan tertentu suara geraman dan langkah diseret keluar dari dalam gua.
Mereka tidak naik ke pohon seperti biasa namun kali ini cuaca lebih berpihak kepada Naraya dan Pak Sarwo. Angin sudah pergi dari tadi sementara api-api itu terlihat lebih berani dari sebelumnya, mereka menyala dan letupan panasnya membuat siapa saja merasa takut untuk mendekat lebih jauh. Naraya merasa berani kali ini, rasa biasa dan telinga yang sudah bebal dengan suara gaumnya sudah mempersiapkan nyalinya dengan sangat spesial. senjatanya sudah dia siapkan dan genggam sedari tadi dan hal yang sama juga dilakukan oleh Pak Sarwo. Laki-laki itu jelas sangat menyadari bahaya yang datang kali ini akan lebih dari sebelumnya.
Naraya mengalihkan pandangannya ke arah mulut gua yang terang akibat sinar bulan yang luar biasa, makhluk menyeramkan itu berdiri dengan gagah menutupi jalan masuk. Sosoknya yang tinggi dengan tubuh ditutupi bulu yang tebal membuat tampilannya semakin menyeramkan, air liurnya terus menetes dari mulutnya yang terbuka lebar. Kedua tangannya seperti menggapai dan memberikan syarat untuk mereka berdua pergi dan menjauhi tempat yang dia jaga. Sesuatu yang bergerak dibelakangnya mencoba mendekati mulut gua dan meminta makhluk itu beranjak akan tetapi makhluk itu tampak tak suka dengan kehadirannya sehingga mendorong tubuh kurus yang dengan tepat jatuh membentur dinding gua.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
