Naraya
Mereka memutuskan untuk mundur alias tidak melanjutkan perjalanan, karena alasan keselamatan jiwa mereka. Naraya dan Pak Sarwo akhirnya kembali ke ruangan tadi, rasa lapar cukup membuat keduanya cemas akan halusinasi. Naraya sangat tertekan hingga perutnya tak bisa mencerna makanan meskipun hanya segelas air. Akan tetapi tubuhnya berkehendak lain, seluruhnya bergetar hebat dan keringatnya bercucuran dan detak jantung yang tak berirama. Naraya dan Pak Sarwo akhirnya berhasil menghangatkan tubuh mereka sebelumnya keduanya ambruk ke tanah.
Beberapa lama waktu berselang, tubuh yang tadi begitu kelelahan akhirnya memilih istirahat dan terus berdoa untuk keselamatan orang terkasih. Naraya masih dibawah alah sadarnya saat mendengar langkah kaki yang menghentak bumi seolah tak ingin berbagi tempat tinggal bersama makhluk lain. Suara dan getaran yang sangat menggangu namun apa daya semuanya bergabung seakan-akan hendak menyeruak kabut misteri kali ini.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
