Naraya
Tongkat sederhana itu cukup membantu Pak Sarwo sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan menelusuri kembali sungai dan mencapai kembali gua keramat. Setelah pertarungan dahsyat yang menyebabkan makhluk jahat tersebut mati keduanya terlempar kembali ke lokasi awal yaitu sungai jernih yang memberikan kehidupan kepada makhluk yang ada di dalam hutan larangan tersebut. Naraya berjalan paling depan dengan tenang dan santai berpedoman pada tanda yang pernah dia buat dulu.
Naraya mensyukuri nasehat Pak Sarwo dia laksanakan dengan baik sehingga saat mereka harus memulai dari awal merela sudah tak ragu lagi melangkahkan kaki. Perjalanan yang melelahkan terasa menyenangkan saat kita ditemani oleh orang yang tepat setidaknya demikian yang dirasakan Pak Sarwo saat ini. Dia di temani oleh gadis cerdas dan pemberani, cukup, membuat hatinya lega dan dia merasa sangat dihargai oleh anak majikannya tersebut.
Kendalanya saat ini adalah mereka telah melewati batas waktu yang telah diberikan dan dia merasa was was. Maka dengan berdoa dalam hatinya mereka memasuki hutan itu kembali, dengan suasana yang berbeda seakan hutan itu memahami isi hati orang yang memasukinya akibatnya hutan tersebut menampakan suasana lembut dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan cahaya matahari yang menari-nari di balik awan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
