Naraya
Naraya memilih menghadapi perempuan tersebut dengan cepat, menyerang dengan tombak terhunus. Perempuan misterius tersebut tampak mengumbar senyum tanpa takut, keduanya terlibat pertempuran sengit saling menunjukkan keinginan sadar mereka untuk melenyapkan satu sama lain. Naraya menyerang dengan terus fokus pada kalung dan cincin yang dikenakan oleh perempuan itu. Keinginan Naraya hanya satu memperoleh kembali benda milik ibunya.
Naraya terus menyerang dengan berani memikirkan kemenangan atas perempuan yang ternyata cukup tangguh dan dia cukup keteteran. Naraya hanya menginginkan kemenangan untuk keselamatan Pak Sarwo dan ibunya. Keberadaan ibunya masih menjadi tanda tanya hingga saat ini, dengan kemenangannya Naraya berharap bisa mengorek informasi tentang keberadaan ibunya. Keduanya dalam posisi seimbang dan terlihat sudah kepayahan, Naraya mengambil peluang dengan pura-pura jatuh untuk membuat musuh merasa diatas awan.
Naraya menunggu posisi yang tepat, begitu perempuan itu lengah saat dirinya merasa telah berhasil menuntaskan permasalahannya. Naraya menancapkan tombaknya dengan kuat merasakan ujungnya menembus kulit hingga ke daging hingga ke jantungnya. Naraya merasakan berat pada bagian perutnya saat tubuh perempuan itu ambruk menimpa tubuhnya. Cairan berwarna ikut membasahi tubuhnya terasa panas dengan aroma amis yang seketika membuatnya mual dan sekitarnya ikut menjadi gelap.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
