Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Keadaan membuat Naraya dan Pak Sarwo sedikit tidak terlalu peduli dengan kegiatan perempuan tersebut. Mereka memilih fokus pada kesempatan menggiring makhluk-makhluk gaib itu ke lorong ke empat yang belum sempat mereka jelajahi saat itu. Naraya memang tidak sabar dan memilih berjalan di depan dengan sigap mengamati kondisi sekitar untuk menemukan tanda-tanda yang pernah dirinya tinggalkan sekitar lebih kurang dua bulan yang lalu.

Gadis itu berjalan seksama dan tidak gegabah, berhenti sedikit untuk merekord ingatannya tentang bentuk pohon dimana tanda-tanda diletakkan. Resiko terburuknya adalah mereka kehilangan kesempatan masuk ke hutan larangan dan akan diusir keluar kembali. Sementara tombak sakti Naraya kembali mengeluarkan sinar kebiruan yang menerangi hutan larangan. Seperti ada magnet yang menariknya sehingga tombak tersebut ternbang sendiri masuk ke dalam hutan larangan.

Naraya membereskan tali sepatunya dan memberikan peringatan kepada dua lainnya untuk berjalan mengiringinya, fokus ke gua tujuan dan tidak tergoda dengan banyaknya rintangan dan jebakan yang ditebar didalam hutan larangan ini. Pak Sarwo terus berjalan mengikuti intruksi Naraya sesekali lelaki tua itu membersihkan perangkap darat yang disiapkan. membuka beberapa penutup agar makhluk yang ukurannya lebih kecil dapat dengan mudah masuk.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post