Naraya
Naraya berjalan kebelakang rumahnya, dengan obor ditangannya, Naraya masih penesaran dengan kondisi dan situasi. Bersama dengan bodyguard setianya mereka memutuskan untuk mencari siapa dan bagaimana perempuan tersebut mengetahui alamat rumah Naraya. Naraya menjelaskan maksud keinginannya agar mereka mengcek pada semua mata angin. Beberapa orang dipilih dan tentunya tidak akan merusak segala mimpinya.
Mereka berangkat lima orang dengan senjata mereka yang menurut Naraya sangat berbahaya. Mereka akan berjuang untuk orang-orang yang paling berbahaya sekalipun. Mereka tiba di atas bukit yang terdapat di belakang rumah Naraya, terlihat beberapa banyangan yang berkelebat cepat dari pohon ke phon. Mereka tidak menimbulkan gesekan sehingga langkah kaki tak terdengar. Naraya memasang penndengarannya dengan tajam, dirinya hanya ingin menyelamatkan orang-orang yang disayanginya.
Sesuai dugaan Naraya mereka mengiringi perempuan itu dan ada niat jahat yang terselip diantaranya adalah tombak keramat milik hutan larangan yang sekarang berada ditangan Naraya. Naraya kaget dengan jumlah mereka yang dua kali lebih banyak dan pergerakan yang sangat cepat. Namun mereka memutuskan menghentikan gerakkan tersebut dengan bantuan keris Pak Sarwo yang sengaja ditancapkan ke tanah untuk membuat pelindung bagi desa.
Bersambung,,,,
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
