Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Mentari bersinar malu-malu dan kehangatan yang diberikan membuat makhluk-makhluk gaib yang tadinya mengikuti mereka perlahan lenyap. Naraya, Pak Sarwo dan Perempuan tersebut memilih beristirahat di depan air terjun yang merupakan pintu masuk ke dalam gua sebagai tempat pemujaan. Pak Sarwo membenahi batu-batu yang harus mereka susun seperti huruf V agar air dapat menyurut dan meraka dapat masuk ke dalam gua dengan nyaman.

Perempuan istri sang penjaga kembali melakukan ritual yang mengitari mulut gua dengan bibir yang komat-kamit dan melempar sejumlah kembang yang bagi Naraya dan Pak Sarwo sendiri bingung kegunaanya untuk apa. Mareka berdua bersikap acuh terhadap kegiatan perempuan itu sejauh tidak merugikan bagi keselamatan mereka bertiga. Naraya masih menunggu air itu menyusut dan tombak keramatnya kembali berada di tangannya.

Beberapa saat menunggu akhirnya gua yang tertutup air terjun itu kelihatan, Naraya yang tak sabar segera masuk. Akan tetapi perkiraanya meleset Naraya seperti membentur dinding kaca, dirinya tidak dapat memasuki gua itu seperti sebelumnya. Naraya minta bantuan Pak Sarwo untuk membantu dirinya untuk mencoba masuk ke dalam gua. Saat Pak Sarwo mencoba masuk, dirinya juga terpental kembali. Ternyata tubuh mereka berdua juga tak dapat melewati pagar tak kasat mata tersebut.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post