Naraya
Mereka ditarik masuk ke dalam ruangan besar yang berada di ujung lorong, ruangan yang sangat luas jika dibandingkan dengan ruangan tengah gua tempat mereka berkumpul tadi. Di dalam ruangan tersebut terdapat banyak kamar yang membatasi. Mereka tidak dapat melihat seperti apa dan apa isi masing-masing kamar. Di bagian tengah ruangan terdapat meja bundar yang besar yang diatasnya berjejer banyak persembahan, berupa buah, makanan dan uang.
Naraya tanpa sengaja melihat seuntai kalung yang berinisial huruf awal nama ibunya tergantung di dinding yang juga terdapat barang-barang lain. Rasa penasaran gadis tersebut melampaui rasa takut jika nanti dirinya akan mendapat perlakuan yang buruk dari wanita itu. Wanita jahat itu hanya menoleh sepintas, mimik wajahnya masih sama saat awal mereka melihatnya. Tawanya yang berderai memecah ruangan, rasa puas jelas menguasai hatinya saat ini.
Selanjutnya wanita itu memaksa mereka bertiga naik keatas altar batu yang sangat besar. Batu besar menyerupai altar berada di tengah ruangan. Lilin yang berjejer dengan ukuran berbeda tersusun rapi, dinding sekitar dilapisi kain berwarna hitam. Lilin-lilin yang besar berjejer di sekitar batu altar dan dinding yang hitam sekarang mulai terlihat terang. Ada botol-botol besar disusun pada rak-rak kayu yang bersandar pada dinding.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
