Naraya
Bayangan tinggi hampir tiga meter dan tubuh yang ditutupi rambut panjang dan lebat, kedua matanya berwarna merah menyala dengan gigi taring yang runcing. Kuku tangan yang runcing dan mengkilat jelas menunjukkan ketajamannya. Makhluk hitam mengerikan itu merupakan monster paling berbahaya yang pernah menyerang mereka terdahulu. Naraya lebih respon cepat daripada yang lain, dengan bantuan tombaknya Naraya bergerak cepat menghalangi monster tersebut.
Naraya merasa tubuhnya menghantam dinding beton yang teramat tebal, seluruh tubuhnya terasa sakit. Pak Sarwo yang melihat hal tersebut dan langsung memberikan pertolongan akibatnya lengan kanannya harus menerima akibatnya. Pak Sarwo meringis kesakitan dan darah segar mengalir deras menunjukkan luka sedikit dalam dan perih yang terasa. Pak Sarwo menepi dan membawa tubuhnya bersandar di dinding gua yang keras dari tanah padat.
Perempuan istri sang penjaga hutan larangan melemparkan beberapa kembang dan menyiramkan air yang dimantrai ke arah monster itu. Monster itu mendadak menghentikan aktivitasnya mematung lalu memutar tubuhnya kearah perempuan itu. Mata tajamnya memerah dan langsung menatap tajam ke arah perempuan itu seakan hendak menerkamnya dan mengunyahnya hidup-hidup. Perempuan itu langsung mengerut, hatinya menciut dan matanya berkunang-kunang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan