Naraya
Naraya kaget saat tiba-tiba saja ibunya mendekat akan tetapi gerakannya kali ini sangat cepat seperti melayang di atas tanah. Rambut wanita paruh baya itu berkibar tertiup angin yang datang entah dari mana tiba-tiba telah memenuhi lorong. Sayup-sayup mengantarkan teriakan dari arah tengah gua tempat awal mereka bergerak tadi. Pada saat itu pula Naraya melihat banyak bayangan hitam masuk dan seolah-olah ditarik masuk dari luar gua ke pusat kekuatan jahat.
Pekikan yang di dengar oleh Naraya tak lain adalah suara dari makhluk gaib yang mengikuti mereka sampai ke desa. Beberapa dari mereka berupaya melawan tarikan pusaran kekuatan tersebut, akan tetapi nyaris sia-sia. Naraya merasakan kekuatan jahat melebihi ambang batas karena panas yang di rasakan oleh kulitnya semakin tinggi. Tangan dan kakinya yang tersambar oleh angin tersebut menjadi memerah sedangkan pakaiannnya yang juga terimbas mengalami robek layaknya kain yang terbakar.
Naraya memilih mundur dan bertahan dari angin panas di dalam gua, mencoba memikirkan cara yang akan dia lakukan jika nanti ibunya atau makhluk yang sangat mirip dengan ibunya mendekat. Kekuatan yang luar biasa dengan energi negatif tertinggi jelas bukan tandingannya. Naraya menyesal dirinya terlalu cepat mengambil kesimpulan saat memutuskan melanjutkan perjalanan kembali ke gua ini dan sekaligus mengembalikan tamu mereka kembali ke tempatnya untuk disegel.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
