Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Selamat akhirnya mereka melewatinya dengan selamat untuk saat ini, Naraya menjahit luka pada lengan sebelah kanan Pak Sarwo. Hatinya sedikit cemas saat melihat luka yang terbuka lebar dan berhasil memutuskan pembuluh darah arteri sehingga darah yang keluar menyembur seperti air mancur yang tak dapat dihentikan oleh berlapis-lapis kain. Sepuluh jahitan kini menghiasi lengan Pak Sarwo, sesaat tubuhnya terasa tak berdaya dan kekuatannya benar-benar habis.

Pak Sarwo memilih beristirahat agar lukanya tak menganga lagi, banyak sedikitnya herbal yang diberikan Naraya dan juga perempuan istri penjaga hutan larangan telah membantu dirinya untuk melepaskan rasa sakit yang luar biasa. Pak Sarwo berdiri dan berjalan mencoba menata perapian dan barang-barang yang penuh dengan noda darah, dirinya bermaksud mensortir kain-kain tersebut untuk disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan mereka.

Kain itu akan dicuci dan disimpan pada tempat yang tepat dengan tidak berpihak kemanapun, Naraya menikmati keluarganya yang sangat tertutup. Akan tetapi semuanya memiliki ego yang setinggi gunung kerinci akibatkan merugikan kedua belah pihak. Naraya terdiam saat laki-laki itu berbicara dalam tidurnya meskipun sudah diamankanya namun situasi yang menurutnya sangat tidak menentu akan mempengaruhi egonya

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post