Naraya
Naraya menyampaikan analisanya kepada ketiga rekannya yang lain, mereka harus kembali ke tempat awal mereka memulai dan menunggu hingga besok pagi. Berdasarkan keterangan pada peta dan arti dari tulisan-tulisan tersebut Naraya menyimpulkan demikian. Peta memberikan pesan tertulis dan tersirat jika perjalanan pada bayang-bayang yang sama dengan panjang maka biasanya sang tuan rumah akan bersahabat.
Naraya mengatakan bahwa besok tepat jam 12 siang baru mereka memulai perjalanan mencari gerbang atau pintu masuk ke hutan larangan. Pada peta juga terlihat gambar api unggun, banyak orang mengira gambar itu bermakna malam saat api ungun telah menyala. Prediksi mereka salah, dan sekarang dihadapkan pada derasnya badai yang menerjang mereka berempat. Badai yang datang tiba-tiba diteruskan bersama angin musiim dingin yang menggulung malam.
Malam kedua mereka berada dan bermalam di hutan larangan, kembali melaksanakan aktivitas dan tugas masing-masing. Sesaat mereka melupakan peta dan isinya, mengumpulkan ranting kering. Memetik beberapa buah-buahan, menangkap ikan dengan tombak lalu membakarnya. Naraya membantu istri penjaga hutan larangan untuk membuat batas makhluk-makhluk gaib hutan larangan dengan mereka. Tak lupa memasang plastik-plastik sebagai alas tidur mereka.
Bersambung..
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
