Naraya
Naraya tak ragu melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan dengan tombak di tangan kanan yang terayun ke depan tanpa ragu. Naraya merasakan darahnya mendidih dan semangatnya menggebu-gebu. Naraya tak tahu apa yang dia lakukan akan memberikan respon yang sangat luar biasa. Makhluk itu menjerit kesakitan saat ujung runcing tombaknya terayun tanpa ucapan salam dan langsung menggores luka pada lengan bagian kanan dari makhluk tersebut.
Hening, setidaknya respon yang diberikan sungguh sangat jauh dari perkiraan Naraya. Makhluk itu tidak merasakan sakit sama sekali, raut wajahnya yang berbulu dan kasar menghiaskan senyuman yang membuat hati Naraya menjadi penasaran. Naraya kembali melancarkan serangan namun kali ini makhluk itu tidak tinggal diam. Maka terjadilah baku hantam antara Naraya dan makhluk yang seaslinya sangat mengerikan. Naraya terus berupaya memimpin pertempuran menguasai dan mengarahkan kepada kehendaknya.
Debu mulai berterbangan memenuhi seluruh ruangan dan sosok keduanya nyaris tak terlihat karena balutan debu yang naik ke atas namun keduanya belum ingin menyerah. Sampai pada tahapan berikutnya Naraya kembali berhasil menguasai pertempuran dan melukai makhluk itu pada bagian dada dan perut. Suara kesakitan yang sudah mulai menggangu, dan cairan merah yang terus tumpah sehingga membuat pertempuran itu pantas untuk di perhitungkan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
