Naraya
Hawa panas terasa semakin mendekat dan Naraya masih belum menemukan cara untuk keluar dari permasalahan ini. Gadis itu gemetaran dan keringat semakin membasahi tubuhnya, jelas terlihat Naraya sedang dilanda rasa panik. Naraya kembali meraba pinggangnya memastikan pertahanan dirinya cukup untuk menghadapi serangan makhluk teresbut. Saat tersempit dalam hidupnya berakhir ketika sebuah tangan meraih pundaknya memberi dukungan.
Naraya menoleh ke belakang bersamaan hawa panas menghantam leher bagian kananya, ternyata makhluk itu tepat berdiri di hadapannya kali ini. Naraya hanya bisa memejamkan mata mencoba tidak didera panik saat lehernya akan terbakar. Akan tetapi beberapa waktu menunggu dirinya tidak merasakan apa pun kecuali detak jantung yang saling berpacu dan bunyi sesuatu bervolume yang jatuh menyentuh tanah dan menimbulkan bunyi.
Naraya membuka matanya dan melihat pemandangan yang sangat mengerikan, dalam hatinya masih terucap doa yang mempermudah. Naraya heran siapa yang membuat makhluk itu jatuh ke tanah dalam kondisi luka pada daerah vitalnya sehingga langsung meninggal. Gadis itu memalingkan wajahnya dan saat berikutnya dia merasakan sesuatu yang basah meraih kedua kakinya dalam kebingungan tubuhnya justru terangkat ke atas. Sekarang Naraya melihat kakinya telah terikat pada tali yang diikatkan pada langit-langit gua.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
