Naraya
Naraya bermain dengan masa lalu dalam kesunyian dan kelelahan jiwa dan raganya. Dia sungguh tak berdaya dan seperti terlempar dari masa kini yang suram dan dia kalah. Naraya merasa sagat perih dan hampa dalam setiap tindakan yang akan diputuskan ternyata ada kekalahan dan kehampaan yang akan berbuah pada kenangan akan masa lalu yang kosong.
Kesalahan yang dia perbuat di masa kini merupakan dampak dari semua keputusan masa lalu yang kurang tepat. Naraya melepaskan genggaman tangan ayah dan ibunya yang seakan-akan enggan mengembalikan jiwanya kedunia karena mereka melihat putri mereka sangat menderita dalam perjuangan memutus ikatan yang telah mereka sepakati dengan setan.
Sementara laki-laki itu terus berjalan menyusuri jalan setapak di pinggir sungai yang membentangi jalur aman menuju pondoknya. Hati yang merasa cemas sebab dua nyawa yang akan dia selamatkan belum menunjukkan titik terang. Satu yang sangat parah dengan kecilnya kemungkinan untuk selamat.
Bersambung.....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
