Naraya
Pertempuran hebat dengan kekuatan masing-masing yang setara, mereka tidak ingin berbuat curang akan tetapi yang dihadapi saat ini adalah orang culas yang tak akan kehabisan cara untuk meraih kemenangan melalui cara-cara yang tidak baik. Naraya masih dalam tahap penyembuhan dan demikian hal juga dengan Pak Sarwo yang kekuatan belum optimal. Mereka berdua terpaksa bersatu untuk melawan perempuan yang ternyata memiliki kekuatan luar biasa.
Naraya dan Pak Sarwo saja merasa kelelahan dan sudah babak belur saat berdua melawan perempuan itu. Seringai aneh terus terlukis di wajahnya yang pucat dan bibir merah yang terus berkomat kamit. Naraya kali ini tersungkur dengan rasa nyeri di dada sebelah kiri akibat tendangan perempuan itu. Pandangan gadis itu berkunang-kunang, jelas tubuhnya masih terasa sangat lemah. Senjata tombak memang belum digunakan, tapi Naraya telah kehabisan cara untuk menundukkan perempuan itu.
Pak Sarwo mulai keteteran nafas dan memperlambat serangannya, lengannya mulai berdenyut dan memberi rasa pusing yang teramat pada kepalanya. Beberapa saat pusing berubah menjadi mual dan tubuhnya ambruk ke tanah. Naraya kaget melihat Pak Sarwo jatuh pinsan sepertinya mereka berdua belum cukup kuat menghadapi serangan perempuan itu. Naraya merasa perutnya mulai bergelombang, kali ini dia tidak mampu menyelamatkan Pak Sarwo sedangkan untuk dirinya sendiri Naraya tidak sanggup.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
