Naraya
Malam berjalan dengan lambat dengan suara-suara yang bergemuruh di sekitar pondok penjaga hutan larangan. Sang penjaga hutan larangan sibuk mempersiapkan mantera yang menurutnya akan dapat mengiring makhluk-makhluk tersebut kembali ke hutan larangan. Keberadaan makhluk-makhluk tersebut membuat hawa sekitar pondok menjadi panas. Mereka dipaksa bertahan dalam pondok yang terasa mesin pemanggang. Pak Sarwo memilih keluar pondok, menarik kerisnya untuk membentuk perisai pelindung agar makhluk-makhluk tersebut tidak terlalu dekat dengan pondok sehingga aura negatif berupa panas dapat berkurang.
Setelah perisai terbentuk suhu di dalam pondok sedikit lebih dingin, kondisi normal yang sangat dibutuhkan oleh Naraya dan istri penjaga hutan larangan. Mereka tidak mungkin bertahan lebih lama pada suhu tinggi disamping suhu dari dalam tubuh mereka yang juga sedang naik. Pak Sarwo terus memantau kesadaran keduanya sesekali mereka berdua bergantian mengganti kompres. Malam ini menjadi malam penemtuan bagi keduanya, baik Naraya maupun perempuan istri dari penjaga hutan larangan. Setelah melewati malam ini dengan baik berarti tubuh mereka akan bertahan hingga besoknya keduanya akan dapat membaik kembali seperti semula.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
