Naraya
Perjalanan mereka kali ini sedikit sulit, dengan medan yang terjal dan pohon yang rapat. Pepohonan jati menghiasi seluruh daerah dengan landskap daratan yang kadang menanjak dan kadang menurun. Tebing yang lebih terjal pada bagian timur memaksa mereka berjalan melingkar dan berbelok agak dalam masuk ke hutan. Kemudian setelah melewati dua jam perjalanan akan menemukan sungai sebagai penanda bahwa perjalanan yang mereka tempuh sudah benar.
Naraya berjalan dibagian paling depan sebagai penunjuk arah dan penanda, perjalanan mereka sedikit lambat karena hutan ini baru pertama kali mereka jelajahi. Sambil memberi tanda pada beberapa pohon, Naraya memetik beberapa buah liar yang memiliki khasiat pengobatan. Pak Sarwo menutup rombongan dengan kewaspadaan lebih, laki-laki itu terus merasakan perjalanan mereka terus diawasi. Setelah melewati batas hutan mereka masih belum menemukan pintu masuk.
Kedua pasangan penjaga hutan larangan dan istrinya mulai menjalankan ritual versi mereka yang bagi Naraya dan Pak Sarwo bukan pilihan. Namun kali ini mereka menyerahkan sepenuhnya kepada keduanya sebab mereka berdua jauh lebih menguasai medan dan persyaratan masuk ke dalam hutan. Keduanya melemparkan beberapa bunga yang mereka bacakan sesuatu. Naraya dan Pak Sarwo memilih menepi sambil membersihkan tubuh di sungai agar mereka bersiap mengerjakan solat fardu.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
