Naraya
Tubuhnya membentur tanah dengan keras menibulkan bunyi yang membangunkan binatang malam yang baru saja hendak memejamkan mata karena sang fajar dalam hitungan dekat akan menghadirkan dirinya. Naraya yang awalnya berharap perempuan itu adalah benar ibunya kini hanya tinggal menggigit jempolnya.Naraya tak berdaya pada kekuatan magis yang baginya sangat tidak masuk akal, meskipun orang tuanya sangat percaya pada kekuatan itu.
Pak Sarwo mengajak Naraya melanjutkan skenario kedua mereka dimana jebakan pertama telah berhasil dengan sukses. Naraya bergerak cepat memutar sembilan puluh derajat untuk menghadap perempuan kedua yang telah menyiksa mereka dengan kejam. Akibat perbuatannya Naraya dan istri penjaga hutan larangan terpaksa harus menahan sakit dan beberapa hari dipaksa minum dan makan obat tradisional yang unik, aneh dan tidak enak rasanya. Hal tersebut menjadi sangat menyiksa bagi Naraya karena gadis itu sangat tidak suka rasa pahit.
Sementara penjaga hutan larangan sibuk bertahan dan sesekali memberikan balasan, Narayadan Pak Sarwo menyekap perempuan yang satunya lagi. Perempuan ini tampak tenang dan tidak sepanikan temannya. Aura wajahnya yang elok namun siapa sangka dibalik kecantikan mereka ternyata ada sifat kejam yang mendominasi. Mereka tak buang waktu dan tanpa basa basi menyerang perempuan tersebut yang dibalas dengan serangan balasan yang juga tak kalah hebatnya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
