Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Perjalanan mereka tetap dilanjutkan dengan kondisi personil yang tinggal tiga orang, Naraya kali ini berjalan diapit oleh kedua laki-laki yang mempunyai kemampuan berbeda. Mereka memutuskan berjalan kembali tepat di waktu yang diperkirakan oleh Naraya. Perjalanan kali ini tidak berat lagi sebab mereka sudah paham medan yang di tempuh. Penanda adalah petunjuk dan mereka cukup dengan mempercayainya.

Akhirnya mereka tiba dengan selamat tanpa ganguan yang berarti di depan pintu masuk hutan larangan dari sebalah timur. Pintu masuk menyerupai gapura namun terbuat dari kayu yang akarnya sejenis akar nafas. Akar tersebut berpilin membentuk kepang rambut anak gadis, kemaren mereka belum melihat pohon tersebut, entah karena kabut atau memang penglihatan mereka yang dikaburkan. Naraya mengagumi segala cinptaan Tuhan yang menurutnya sangat menakjubkan.

Mereka melihat jalan setapak yang membelah rapatnya pepohonan dan bau khas pohon jati membuat pikiran menjadi tenang. Beberapa kupu-kupu dengan warna beragam mengitari pintu masuk seolah-olah menyambut kedatangan mereka. Naraya sadar mereka patut waspada sebab semua kejahatan dan makhluk-makhluk gaib itu berasal dari ketidakpuasan, ambisi, iri dengki dan dendam yang bersumber dari hutan larangan yaitu gua pemujaan.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post