Naraya
Situasi yang tidak bersahabat membuat mereka berdua kehilangan harapan. Naraya bedoa dalam hatinya dan menghujat dirinya sendiri karena telah melibatkan Pak Sarwo dalam kondisi yang membahayakan kehidupannya. Pak Sarwo menjadi bulan-bulanan perempuan jahat tersebut.
Beberapa saat diujung kesadarannya yang menipis Naraya melihat Pak Sarwo yang dihajar habis-habisan oleh perempuan berwajah dingin. Naraya melihat Pak Sarwo mempertimbangkan dirinya dan Naraya dalam keselamatan yang hakiki. Namun perempuan itu bukan tandingnanya dan akhirnya Naraya mengingat kemalangan itu.
Naraya bertemu dengan ayah dan ibunya dalam mimpi yang berkepanjagan. Mereka mengingat perjalanan masa lalu yang bahagia dan Naraya hanyut pada canda dan tawa. Saat kedua orang tuanya meminta dirinya untuk kembali jelas dirinya menolak dan terus ingin bersama.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
