Naraya
Tatapaan tajam yang mengandung makna kemarahan yang mendalam akan sikap perempuan itu, tangan laki-laki itu bergetar dan rasanya ingin menampar perempuan di depannya. Namun apa daya kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk itu. Laki-laki itu memikirkan banyak cara dalam fikirannya, melampaui batas kemampuannya untuk terus merangkai kata memberikan peringatan kepada perempuan di depannya. Akan tetapi upaya itu terus gagal.
Perempuan yang tak lain istri penjaga hutan larangan tersenyum licik, hatinya gembira sebab apa yang dia inginkan sebentar lagi akan tercapai. Sudah beberapa lama mereka merencanakan semua tipu daya ini, suaminya pun ikut memainkan peranan penting dalam drama yang mereka tulis. Naraya dan Pak Sarwo dua sosok yang sulit mereka taklukan. Jelas dirinya tak mampu berulah lebih banyak jika menyangkut kewaspadaan keduanya yang tinggi.
Kejadian terburuk yang mereka alami terakhir ini merupakan ulah kedua suami istri penjaga hutan larangan. Mereka berdua sebenarnya dua orang perampok terkenal dan paling dicari, semua aksi jahat yang mereka lakukan sangat berdampak kepada korbannya dan tak jarang mereka mengambil keputusan untuk eksekusi korban tanpa pertimbangan dan rasa iba. Identitas mereka sulit diungkap dengan tak tik mereka untuk keluar masuk desa terutama tempat yang jauh dari jangkauan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
