Naraya
Naraya tidak menunggu lama untuk mengetahui siapa yang datang ke ruangan yang terpisah itu, seoalah-olah orang tersebut dapat membaca pikirannya. Gadis itu melihat istri penjaga hutan larangan membuka pintu pondok kecil dan melepaskan gembok. Beberapa saat kemudian dirinya melihat perempuan itu membawa Pak Sarwo dengan sebuah gerobak yang di keempat sisinya diberi roda sementara tubuh Pak Sarwo diikatkan pada kedua sisi.
Awalnya Naraya merasa prihatin dan berniat keluar dari persembunyiannya dan membantu perempuan tersebut. Akan tetapi niatnya dia urungkan karena sadar jika hal itu dia lakukan maka rahasia kejahatan orang-orang tersebut tak dapat dia ungkapkan. Naraya belum mengetahui keadaan Pak Sarwo yang sesungguhnya sehingga dirinya menahan rasa geram yang luar biasa. Naraya melihat gerobak itu di dorong kearah sumur di belakang rumah utama di bagian utara.
Naraya terus mengikuti perempuan tersebut, dari kejahuan dirinya dapat melihat penjaga hutan larangan telah menunggu. Naraya melihat keduanya membersihkan tubuh Pak Sarwo yang tak mampu bergerak sendiri. Naraya melihatnya seperti sebuah ritual gaib dan bukan sebuah bagian pengobatan sehingga dirinya memutuskan untuk lebih berhati-hati agar menemukan momen yang tepat untuk menyelamatkan Pak Sarwo. Naraya terus berpikir keras mencari peluang karena gerak Pak Sarwo yang terbatas.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
