Naraya
Orang jahat mana yang kehilangan naluri kemanusiaannya dengan memberikan racun herba kepada orang sebaik Pak Sarwo. Padahal nyawa keduanya telah terselamatkan oleh laki-laki itu, yang jelas hatinya bersih dan luas. Naraya yakin Pak Sarwo juga merasakan ada hal buruk yang terjadi kepada dirinya akan tetapi kebaikan hatinya masih dapat bersikap pura-pura tidak tahu dan bodoh dihadapan kedua manusia yang menurut Naraya tidak tahu berterima kasih.
Naraya semakin geram saat keduanya memperlakukan Pak Sarwo dengan tidak baik, terkesan meremehkan. Wajah Naraya memerah dan tubuhnya gemetaran sambil matanya yang membesar dan mengecil hatinya terus membara. Naraya mengumpat dalam hati dan mengucapkan niat balas dendam, sementara Pak Sarwo diberi makanan layaknya makanan hewan. Bubur nasi dari beras dan jagung yang di masak bersamaan dengan sedikit garam.
Pak Sarwo tampak lahap menghabiskan bubur yang diberikan kepadanya, tampa sisa mangkok itu di kembalikan kepada istri penjaga hutan larangan. Segelas air diberikan kepada laki-laki yang dengan cepat menelannya. Naraya sampai meneteskan air mata melihat pemandangan itu, dia tahu Pak Sarwo memaksa dirinya untuk bisa menelan bibur nasi jagung itu agar tubuhnya tetap kuat dan mampu terus hidup. Karena laki-laki itu mencemaskan Naraya yang harus berjuang sendiri mencari ibunya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
