Naraya
Naraya merasakan tubuhnya mulai ringan dan sedikit membaik, efek obatnya mulai berasa. Perjuangan Penjaga hutan larangan mencari tanaman beracun yang mampu mengontrol aliran darah dan denyut jantung ternyata berhasil. Naraya mulai melatih gerakkan tangan dan kakinya yang sebelumnya tidak dapat digerakkan. Meskipun gerakkannya terbatas kebahagian mulai nampak di wajahnya yang bersemu merah. Penjaga hutan larangan dan istrinya sangat bersyukur dengan kondisi saat ini, sementara mereka akan fokus pemulihan untuk Pak Sarwo.
Luka yang dialami Pak Sarwo adalah luka dalam, patah tulang dibeberapa tempat dan usia dari penderita sendiri yang tak memungkinkan untuk memaksakan penyembuhan lebih cepat. Naraya sendiri merasa khawatir, jika sembuh Pak Sarwo akan mengalami cacat permanen. Terakhir pertempuran mereka menghadapi makhluk halus menyerupai sosok seorang perempuan. Dalam kondisi kritis dan terdesak keduanya diselamatkan oleh penjaga hutan larangan yang telah menemukan kelemahan dari perempuan-perempuan tersebut.
Situasi yang tak terkendali di awal akan tetapi semuanya membalik saat penjaga hutan larangan menjalankan kunci keberhasilannya dengan menggunakan cermin. Cermin merupakan satu-satunya benda yang paling ditakuti oleh makhluk-makhluk tersebut. Tubuh mereka yang tidak memiliki banyangan membuat nyalinya menciut dan kejahatan mereke seperti terkunci. Bagaimana pun kekuatan mereka untuk mencegah keadilan dan kebenaran akhinya tumbang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
