Naraya
Waktu yang berlalu dengan sangat cepat demi melanjutkan harapan yang terus dibangun dari waktu ke hari dan hari ke bulan memberikan kabar gembira yang menenangkan. Naraya sembuh dengan lebih cepat dan Pak Sarwo bertahan cukup baik dalam kondisinya yang terluka berat, namun daya tahan tubuh yang baik totalitas memberi kesembuhan yang luar biasa. Semua prediksi telah dipatahkan dan akhirnya dirinya sembuh dan kuat.
Makhluk hutan larangan sendiri sudah lama tak mengunjungi mereka, barangkali tewasnya dua perempuan yang menjaga gua keramat tersebut juga banyak sedikitnya mempengaruhi kondisi di sana. Penjaga hutan larangan dan istrinya juga terlihat semakin baik, kediaman mereka telah direnovasi. Beberapa bangunan telah didirikan sebagai pondok asrama dan ruang belajar bagi masyarakat yang ingin belajar ilmu pengobatan dan batin. Banyak pemuda dan pemudi yang menuntut ilmu di sana karena ingin menjadi ahli pengobatan handal.
Mereka memilih melupakan sejenak tentang hutan larangan dan menunggu waktu yang tepat bagi penyelesaiannya. Karena gua tempat ritual yang tak baik tersebut harus mereka tutup dan menguburkan jasad ibu Naraya selayaknya di kediamannya. Naraya sangat percaya ibunya telah sangat menderita dengan kesepakatan keliru yang dibuatnya bersama ayahnya dulu. Naraya tak dapat melihat lebih banyak kesabaran lagi, dirinya hanya ingin mengakhiri ritual berbahaya yang mampu membuat keluarga menjadi hancur.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
