Naraya
Sesuatu diluar dugaan telah terjadi saat semua kebenaran terungkap dan akhirnya kejahatan redup. Naraya mendengarkan dengan antusias semua yang disampaikan oleh penjaga hutan larangan. Jelas sekarang mereka berdua memiliki hutang nyawa kepada laki-laki itu. Pantas saja selama ini Naraya dan Pak Sarwo tidak menemukan celah keberhasilan upaya mereka mengalahkan kedua perempuan tersebut, padahal kemampuan mereka juga bukan main-main.
Sepertinya waktu belum memihak kepada Naraya dan juga Pak Sarwo, karena belum mencapai ruang kesepakatan yang berada cukup jauh dan dijaga dengan baik oleh kedua makhluk yang berwujud perempuan yang memiliki hubungan yang baik dengan Naraya dan Pak Sarwo. Dan menurut penjaga hutan larangan di dalam ruangan tersebut terdapat surat perjanjian yang harus mereka musnahkan agar semuanya kembali normal.
Naraya teringat akan ibunya yang terakhir kali bertemu terlihat dalam keadaan luka dan berada dalam genggaman salah seorang makhluk yang barangkali sudah mereka binasakan beberapa waktu yang lalu. Kelemahan makhluk penjaga yang terlewatkan bagi mereka berdua sehingga makhluk-makhluk tersebut semakin menekan mereka berdua. Pada akhirnya semua orang akhirnya menyadari jika kekuatan selayaknya dihadapi dengan kecerdasan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
