Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Mereka membersihkan tubuh Pak Sarwo dan mengganti perban pada lengan bagian kanan. Kemudian mengoleskan ramuan tradisional ke atas luka dan memar yang masih ada diseluruh tubuh. Naraya masih memantau aktivitas keduanya. Selang beberapa waktu setelahnya keduanya kembali membawa Pak Sarwo namun kali ini tidak menggunakan gerobak lagi akan tetapi dipapah oleh suaminya untuk di dudukan ke bagian pondok yang terkena cahaya matahari pagi.

Kelihatannya aktifitas ini merupakan rutinitas mereka setiap pagi, dimana ketiganya tampak melaksanakannya secara runut. Setelah semuanya berada pada posisi yang seharusnya Naraya melihat celah membuka pondok tanpa merusak gembok pada pintu. Gadis itu masuk ke dalam pondok, gadis sangat kaget melihat isi pondok yang sangat rapi meskipun jauh dari kata lengkap dan mewah. Kamar yang ditempati Pak Sarwo hanya di isi tempat tidur, lemari pakaian dan sebuah meja.

Di atas meja itu bersusun berbagai botol ramuan obat yang tercium jelas dari baunya. Naraya mengamati botol obat-obatan, secara bergantian menciumi semua botol sampai pada botol keempat dimana aromanya yang terkenal lumayan menyengat membuat Naraya spontan membuang botol itu ke lantai. Naraya mengenali tanaman beracun dengan efek sangat kecil namun konsumsi dalam jangka lama akan menyebabkan depresi berat seumur hidup.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post