Naraya
Pak Sarwo membersihkan sisa-sisa pertempuran yang menelan beberapa orang korban jiwa, bekas cairan merah yang tertinggal di lokasi kejadian telah dibersihkan. Pak Sarwo memimpin beberapa orang menggali lubang untuk mengubur jasad yang tertinggal. Mereka berharap hujan turun agar dapat membersihkan genangan cairan merah. Pak Sarwo mengajak orang yang tersisia di lokasi agar dirinya tahu berapa orang yang menjadi korban keganasan sang raja hutan.
Mereka membuat lingkaran dan mengitari api unggun yang memberikan rasa hangat, beberapa dari mereka berinisiatif menyajikan minuman hangat yang menyegarkan. Semua persendian terasa longgar dan lecet di beberapa bagian tubuh dari pekerja-pekerja tersebut. Mereka disuguhi minuman herbal hangat dan sejumlah buah hutan yang diharapkan dapat memberikan energi baru. Setelah kondisi dirasa aman mereka berembuk untuk menyusun sejumlah rencana untuk memasuki gua tersebut.
Kesepakatan yang mereka susun sepakat untuk masuk ke lokasi gua pada pagi hari agar lebih menguasai medan dan menjaga keamanan diri dari kekuatan gaib yang akan mereka hadapi. Pak Sarwo melakukan sejumlah puja dan ritual yang biasa digunakan dalam acara pemjaan. Setelah mempelajari sejumlah pengetahuan dari penjaga hutan larangan bagaimana cara menguasai gua dan menguasai isinya. Pengetahuan yang bermanfaat akan lebih berarti jika dikuasai dan diterapkan oleh orang yang tepat.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
