Naraya
Perjuangan panjang akan melewati malam yang panjang dan beransur fajar pada waktu yang di tetapkan. Naraya dan Pak Sarwo kembali menjajal kemampuan mereka untuk mendapatkan kesempatan hidup. Suasana yang pada awalnya hening dan menentramkan kini berubah menjadi sangat mencekam. Beberapa orang yang tersisa lebih memilih bersembunyi menyelamatkan kehidupan mereka dari serbuan penjaga gua yang jelas kelaparan.
Sesekali mereka mendengar teriakan yang berisi permohonan dan kadang kala suara sang raja yang jatuh ke tanah dan memberi getaran dan awan debu yang tebal. Naraya tidak mengelak atau menghindar terus maju dan berjuang entah sudah berapa luka yang menghiasi tubuhnya. Pak Sarwo tak kalah semangatnya berjuang untuk Naraya dan juga orang-orang yang mempercayai keselamatan mereka kepada dirinya. Pak Sarwo terus maju membantu menyelamatkan buruan dari predatornya.
Naraya berhasil menuntaskan misinya, membawa tubuh yang lelah dan penuh luka akhirnya gadis itu berjalan gontai menuju bagian tengah gua. Naraya berniat membersihkan tubuhnya dan mengobati luka-luka yang memenuhi tubuhnya. Gadis itu hanya menemukan ruangan kosong, mengambil posisi bersandar pada dinding gua gadis itu perlahan mengobati dirinya sendiri. Harapan perlahan terbentang lebar di depannya saat melihat beberapa orang muncul dari lorong-lorong gelap itu.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
