Naraya
Sementara Naraya sibuk berbenah hati setelah bertemu kembali dengan ibu kandungnya, di luar sana para pengejarnya sibuk mengahadapi serbuan sang raja hutan yang tengah kelaparan. Mereka seperti mainan yang dipaksa berputar-putar mengelilingi area hutan. Si Raja hutan juga pantang menyerah, bagaikan mendapatkan durian runtuh akhirnya salah seorang yang tepat berada paling belakang berada dalam mulutnya. Pekerja yang diserang harimau berteriak kaget namun tak ada yang dapat ia lakukan selain menunggu ajalnya dalam ketakutan dan rasa sakit.
Suara teriakan terakhir dimana yang punya raga merasakan ajal yang datang menjemputnya telah semakin dekat namun hatinya tak rela. Keinginan raga untuk dapat terus menemani jiwa selamanya sesuai keinginan untuk merasakan dan menikmati hidup dalam rangka menuju kebahagian. Bukan tak ada yang ingin berkorban, karena ketakutan telah terlebih dahulu menyambar mereka. Sepertinya lembar-lembaran kisah masa lalu yang syahdu. Naraya mendengar rintiahan terakhir, namun dirinya tidak yakin para pekerja dalam situasi dapat kabur.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
