Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Naraya

Sekarang Naraya paham akan situasinya, ternyata semua sangat di luar akal pikirannya sebagai seorang manusia. Mereka semua adalah sang pengabdi, seluruhnya tanpa terkecuali telah menghambakan dirinya kepada setan. Naraya mempersiapkan rencana terbaiknya sebelum sosok berjubah hitam lainnya muncul dari tangga sempit di ujung lorong pertama. Rupanya itulah yang menjadi pintu masuk dan keluar gua yang lebih enteng.

Naraya menggenggam kapaknya dengan erat sehingga buku-buku jari tangannya mengeras dan keringatnya dengan manis menetes di kening, pipi dan terus ke lehernya. Meskipun gadis itu telah mengikat rambut panjangnya yang hitam lurus dan berkilau di atas puncak kepalanya agar lehernya yang jenjang mendapatkan sedikit udara kesegaran. Naraya menyipitkan mata saat beberapa orang lagi masuk dari pintu gua, orang-orang yang cepat dan bergerak tepat.

Beberapa menit saja mereka kewalahan sebab yang mereka hadapi adalah pejuang-pejuang hebat yang kuat dan tangguh. Pertarungan antara dua kubu berjalan alot dan keduanya memiliki dasar petarung yang hebat. Naraya tidak mendapat kesempatan sama sekali di dalam pertempuran tersebut. Orang-orang cahaya seperti layaknya wajah dan tubuh mereka itu mengeluarkan cahaya yang terang benderang. Naraya terpukau menyaksikan kekuatan kubunya itu.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post