Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Maka kolaborasi yang sudah lama terbina akhirnya menemui keberhasilan, mereka mengatur strategi menghadapi harimau yang ukurannya sangat besar, dan sekaligus tuannya yang terlihat bahagia karena banyak orang tak bersalah yang akan dia jadikan tumbal. Naraya mendengat jeritan lagi setelah lima belas sebelumnya, kupingnya mendengar jeritan kesakitan yang seuanya menghiba hati. Pak Sarwo hendak menolong orang-orang itu namun ukuran yang berat sebelah pada kakinya yang pincang membuatnya membatalkan niatnya tersebut.

Naraya yang melihat tersebut tentunya tidak tinggal diam, sebisanya membantu orang-orang tersebut menghadapi kematian yang tak jelas menyakitkan. Naraya terus berjuang menyelamatkan nyawa orang lain dan tanpa memikirkan kejahatan yang mereka lakukan. Naraya membuka tas kainnya dan kali ini senyumnya sangat manis. Hatinya berdebar saat senjata keramatnya yang berbentuk kapak menyembul dari dalam. Hati-hati digengamnya kapak itu dan dalam hitungan detik bayangan lincah yang bersiluet hitam menerjang membelah gelapnya lorong-lorng di dalam gua keramat.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post