Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Perjalanan panjang akhirnya dihadapkan kepada sebuah ruang pemujaan, dan Naraya melihat kebersihan dan kerapiannya menunjukkan ruangan ini sering digunakan. Naraya menghitung jumlah batu yang menyerupai tempat duduk, ada sepuluh orang dan semuanya memiliki pahatan bermotif naga. Ada satu yang terlihat berbeda dengan dua naga yang menyilang. Naraya menjadi penasaran dan hatinya tergerak untuk melihat sisi lain dari gua tersebut.

Sisi bagian kanan yang menjorok agak kedalam dengan sebuah pintu batu yang bisa digeser-geser. Naraya memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan gelap yang berukuran 4 x 4 meter. Naraya melihat seseorang berdiri dalam gelap, membelakangi pintu masuk dan Naraya tahu betul sosok itu siapa. Gadis itu langsung gembira hatinya menyaksikan sosok didepan matanya perlahan memutar tubuh dan menatapnya dengan tatapan teduh dan senyum yang menghaisi bibirnya.

Naraya menyebutkan sebuah nama yang terdengar sangat indah di telinganya, buliran air bening yang hangat menetes di pipinya yang ranum. Tanpa menunggu lama gadis itu berlari menyongsong perempuan itu, perempuan yang sangat ia rindukan dan telah menjadi angannya untuk bertemu. Keduanya larut dalam pelukan hangat melepas kerinduan. Ibu dan anak untuk sejenak melupakan bagaimana mereka dapat hadir di sini dan mengabaikan sekitar.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post