Naraya
Naraya terpojok dirinya berada pada posisi yang tidak aman, namun gadis yang sering mendapatkan ancaman kewarasan dan nyawanya itu hanya tersenyum. Naraya merasa sangat nyaman dan tidak merasa khawatir mendapatkan ancaman demikian. Ada sesuatu yang bergerak dalam tubuhnya sejumlah energi yang luar biasa terus mendorongnya untuk bangkit dan kali ini sedikit saja bahagian tubuhnya bergerak mengibaskan angin kencang.
Ringan dan sangat ringan setidaknya itu yang dirasakan pada tubuhnya, Naraya membayangkan dia akan terluka karena dengan cepat sosok itu mendorong ujung tombak tersebut lebih dalam menusuk batang tenggorokan Naraya. Sakit dan pedih disertai rasa kaget akibat serangan tersebut membuatnya marah, darahnya bergejolak mana kala tombak itu menancap di tenggorokkannya. Pandangannya lansung berputar-putar, ada cairan berwarna merah yang tumpah kemudian tubuhnya seketika jatuh di atas altar batu.
Naraya mengira dirinya akan kehilangan nyawanya, sakit pada tubuhnya membuat gadis itu pasrah. Pasrah jika semuanya tak akan selesai sampai disini tanpa sempat berlama-lama dengan masa lalu. Beberapa saat Naraya merasa dirinya berada dalam perjalanan ke alam lain, tak lama kemudian gadis itu merasa dirinya memasuki alam kesunyian. Rasa penasaran membuatnya sadar rasa sakit pada tubuhnya, cairan merah dan tombak yang menembus lehernya tadi hanya khayalannya saja.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
