Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Naraya menemui Pak Sarwo di kamarnya, namun ternyata laki-laki itu sedang tidak ada di kamarnya. Setelah mencari ke seluruh bagian rumah akhirnya Naraya menyerah, karena belum menemukan keberadaan Pak Sarwo. Gadis itu memilih membaca beberapa buku yang belum terjamah beberapa waktu lalu. Naraya menikmati hangatnya pagi dan wanginya bunga melati yang sedang bermekaran di halaman rumah. Gadis itu baru saja membaca beberapa lembar buku saat matanya menangkap gerak gerik yang mencurigakan dari rumpun tanaman jagung yang terpampang luas dihadapannya Naraya melihat gempulan asap berwarna hitam yang membumbung tinggi.

Naraya segera bergerak menuju sumber asap tanpa memikirkan keselamatannya karena rasa penasaran yang tinggi. Gadis itu cemas dan terus memburu ke arah datangnya asap namun setelah sampai Naraya tidak menemukan satu orang pun hanya tumpukan batang jagung yang sudah hangus dimakan api. Api masih hidup saat Naraya tiba, yang tertinggal sekarung jagung yang baru dipanen dan sebilah pisau bergagang kayu yang berukiran naga. Naraya memastikan pisau tersebut dan dia menemukan pisau milik Pak Sarwo tertinggal di lokasi. Naraya menelusuri jejak yang tertinggal di antara tanaman jagung, jejak yang cukup membingungkan bagi Naraya karena jumlah yang sangat besar tiba-tiba memencar ke empat penjuru mata angin.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post