Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Mereka kembali ke rumah sebagai satu-satunya tempat teraman dan ternyaman bagi pemiliknya. Naraya menyadari kepergian mereka ternyata telah memakan beberapa hari, dimana gadis itu melihat kebun yang sudah kehilangan isinya. Beberepa jenis tanaman yang tertinggal juga tidak berpengaruh terhadap jumlah ataupun kapasitas tampung dari lahan tersebut. Sepertinya panen kali ini cukup untuk mengepukan dapur beberapa waktu kemudian.

Naraya mencium aroma khas makanan yang menurutnya sangat menggugah selera, tanpa berpikir panjang gadis itu memburu dapur besar. Perutnya memang sudah bernyanyi dari tadi malam namun kondisi di sekitar gua tidak memungkinkan vegetarian seperti dirinya akan bertahan lama. Rerumputan dan semak belukar memang banyak akan tetapi itu tidak akan dapat dicerna oleh tubuh manusia. Akhirnya Naraya melihat kembali dapur kesayangan ibunya.

Saat pintu dibuka dan Naraya menemukan kembali aroma dapur dan juga ibunya yang selalu berdiri di meja persiapan dan sibuk mempersiapkan makanan untuk Naraya dan ayahnya. Bahkan waktu yang berlalu memberikan kebahagian dan kenangan terindah bagi mereka. Naraya tak memperdulikan kisah pahit yang menodai kenangan indah itu. Naraya hanya ingin keluarga mereka dapat kembali seperti dulu dan saat semuanya menjadi tidak mungkin, bulir bening mengalir dari sudut matanya.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post