Naraya
Naraya menemukan logo yang sama dengan tato yang terdapat di punggung ayahnya, rasa penasarannya semakin tinggi. Gadis itu bermaksud kembali ke dalam gua karena memang dirinya belum terlalu jauh meninggalkan pusat informasi yang sangat dia butuhkan saat ini yaitu ibunya yang terlihat sangat tertekan dan memberikan sinyal jika beliau khawatir kepada keselamatan putrinya jika tetap berada di dalam gua terutama di dalam ruangan khusus tersebut.
Naraya memutar otak dan memilih memasuki gua dari arah tebing yang memiliki tangga ke arah lorong pertama. Gadis itu merasa sangat penasaran dengan kegiatan orang-orang yang sangat misterius, Naraya tak habis pikir menyaksikan semuannya ada di sana. Pak Sarwo juga memberikan isyarat kepadanya dengan terus menggerakkan jari telunjuk kananya berulang-ulang naik dan turun. Gadis itu mengetahui apa yang disampaikan Pak Sarwo melalui jarinya sebab itu adalah kode yang mereka sering gunakan jika berada diantara orang-orang yang terlalu cerdas.
Pak Sarwo ternyata tidak berkhianat seperti dugaan awal Naraya, laki-laki itu hanya berpura-pura agar mereka dapat membongkar kedok manusia-manusia anaeh yang licik dan jahat. Pembicaraan mereka menjadi simpang siur karena para undangan yang terlalu heterogen sehingg sulit bagi gadis itu mengambil tindakan tegas sebab tamu mereka adalah orang-orang terpandang yang sangat sensitif.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
