Naraya
Mereka tidak ingin percaya sepenuhnya kepada penglihatan yang sepertinya akan terus melibatkan masa lalu. Makhluk itu hanya menyerupai selayaknya tekanan dan rasa bersalah yang memunculkan sosok itu kembali. Naraya sudah menggosok mata dan melayangkan cubitan pada tanggannya sendiri agar dirinya mempercayai pandangan mata. Pak Sarwo melarangnya melakukan hal terburuk kali ini adalah mengikuti kata hati.
Jangan percaya begitu saja kepada banyangan yang muncul di beberapa hari terakhir yang menimbulkan perasaan was-wass. Ada ragu dan cemas dan Naraya tidak tahu bagaimana cara meluapkan segala peristiwa di masa lalu sehingga mereka akan memulai hidup lebih baik tanpa harus mencela masa lalu seseorang yang kadang tidak seburuk yang ada pada otak mereka. Naraya menarik tombaknya disaat bersamaan Pak Sarwo pun melakuakan hal yang sama.
Mereka melakukan penyerangan guna mendapatkan kesempatan mengetahui alasan dari semua yang terjadi belakangan ini. Pada akhirnya mereka berdua berhasil menangkapnya dan saat itu sosok tersebut tiba-tiba menguap dan hanya meninggalkan setelan pakaian dan alas kaki yang digunakan. Dugaan mereka tepat sebab sosok itu berteriak histeris saat tubuhnya menyentuh benda-benda yang di dalamnya mengandung unsur kehidupan, api dan air.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
