Naraya
Naraya turun ke lantai bawah dan menemui Pak Sarwo, laki-laki yang berfungsi sebagai pengawal pribadinya itu memberikan tombak sebagai senjata pusaka yang selama ini menemani Naraya kemana pun gadis itu pergi. Senjata yang banyak memberikan pengalaman bagi mereka karena sejak awal mereka berdua telah sepakat untuk terus bersama dalam memecahkan misteri hilangnya kedua orang tua Naraya. Naraya menerimanya dan langsung menyimpan ke dalam tas yang sudah dia persiapkan. Pak Sarwo tampak heran saat mengamati bawaan Naraya yang tak seberapa, tidak seperti orang yang akan pergi ke tempat jauh untuk memulai hidup baru.
Hati gadis itu terenyuh saat melihat banyak orang yang akan melepas kepergiannya, semua pekerja berdiri berjejer untuk menunggu dirinya dan mengucapkan kata perpisahan. Naraya memberikan senyuman termanis yang dirinya punya untuk semua orang. Naraya menyalami dan memeluk semua orang serta tak lupa memohon doa untuk keselamatannya. Gadis itu akan pergi ke tempat yang disebut daerah pengasingan. Tempat yang jauh dan tak terjangkau oleh makhluk gaib manapun. Naraya menghapus air mata yang membesahi pipinya dengan tiba-tiba dan dengan menguatkan hatinya melangkah meninggalkan rumah kediaman orang tuanya. Untuk terakhir kalinya gadis itu melambaikan tangan kepada semuanya dan tubuhnya menghilang dibalik rimbunya pepohonan.
______________Selesai____
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
