Naraya
Malam panjang yang melelakan akhirnya berlalu diganti oleh pagi yang segar diiringi suara nyanyian burung kecil yang menjadi pertanda jika matahari menguasai jagad raya dan memanggil semua kekuatan dan keyakinan yang seharusnya menjadi alasan bagi mereka semua untuk hadisr di dalam gua tersebut. Naraya selesai mengganti balutan herba di atas lukanya, selain melanjutkan pengobatan akan dirinya. Luka-luka itu akan mengering namun akibat fatalnya mereka.
Naraya memilih tidak bergabung bersama keenamnya, gadis itu sibuk berbenah. Bagi Naraya perjalan akan sangat meneganangkan. Naraya berhasil menemukan beberapa benda yang sudah diperbaharui, berbagai macam senjata dipajang dengan baik. Naraya sangat mengharapkan bertemu dengan sang ibu atau mendapatkan cara agar ibunya terdeteksi keberadaanya. Sulit bagi mereka bersama akan tetapi sekedar bertemu apakah juga tidak boleh?
Naraya kembali menelusuri lorong atau sekedar mengecek apakah ada pintu rahasia di setiap dinding. Jika dugaanya benar maka hambatan berbahaya tersebut dapat dibiarkan. Sekali lagi Naraya dibuat kaget dengan situasi tersebut, akan tetapi dia akhirnya tersenyum juga. Naraya hendak meninggalkan gua tersebut diam-diam jika keinginannya itu terucapkan bukan dalam kondisi terikat. Naraya tidak putus asa gadis itu memutar otaknya bagaimana caranya untuk mendapat kembali kepercayaan mereka.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
