Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Naraya menatap tempat itu untuk yang terakhir kalinya, meninggalkan kenangan akan sosok orang terkasih yang terpaksa dikubur di sana. Naraya tak akan pernah mampu melupakan kenangan bersejarah da;am hidupnya. Namun untuk kembali ke tempat tersebut sudah tidak ada jalan lagi, gadis itu tak mampu membendung air matanya. Segala upaya yang telah dilakuakan harus berakhir pada kekecewaan dan kini Naraya pun terancam keselamatannya. Mereka sepakat menyembunyikan gadis itu sejauhnya agara lebih aman dari teror makhluk hutan larangan yang belum dapat dipastikan apakah benar-benar disegel. Pak Sarwo telah memilih beberapa orang pekerja laki-laki dan perempuan dan menginstruksikan apa yang harus mereka persiapakan.

Sejenak suasana kediaman Naraya menjadi rame dengan beberapa orang yang berjalan mondar-mandir. Ada saja yang mereka pegang dan kerjakan, kuda-kuda terbaik telah dikeluarkan dari kandang. Kuda-kuda gagah yang sebagian digunakan sebagai sarana transportasi daerah dalam jangkauan dekat. Naraya membawa sedikit uang dan barang berharga. Rasa sedih gadis itu terus menderanya hingga tubuhnya yang kurus ambruk ke lantai. Naraya secara psikologis belum dapat dipisahkan dari rumanh orang tuanya namun Pak Sarwo memberikan penguatan kepada Naraya jika semua akan baik-baik saja. Langkah yang mereka lakukan sudah tepat.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post