Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Naraya menarik tangan ibunya keluar dari gua tersebut, dari suara aliran air yang terdengar sudah dapat diprediksi akan ada banjir bandang. Naraya berupaya menjelaskan kepada sang ibu akan posisi mereka dan apa yang akan terjadi jika tidak segera meninggalkan gua secepatnya. Namun kali ini perempuan paruh baya tersebut menolaknya. Konsekuensi berat akan menjadi tantangan terberat bagi keduanya dimana perjanjian yang sudah di sepakati melarang hal tersebut.

Naraya akhirnya pergi dengan gagal, air mata mengalir deras disudut matanya yang kelam. Harapan bersama ibunda kini diambang kealfaan. Semua yang dilakukan ternyata tidak mencapai hasil yang diinginkan gadis itu. Pak Sarwo berkali-kali mengirimkan isyarat kepada gadis itu, akan tetapi Naraya benar-benar hancur. Gadis itu tidak mau beranjak dari ruangan tersebut, termenung dalam kepedihan yang dalam.

Sang ibu terus menolak Naraya, mendorong tubuh putrinya keluar ruangan dengan meja altar besar seraya menggeser pintu. Naraya tak sempat lagi memikirkan apa pun, sebelum gadis itu berbuat lebih jauh semua bergoyang dan terdengar suara dentuman dan aliran air yang deras bergemuruh membawa semua benda yang ingin ikut bersamanya. Pak Sarwo tidak ingin menunggu mereka terkurung di sana, berinisiatif membawa gadis itu dengan sedikit paksa.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post