Surat Untuk Ayah
Beberapa hari yang lalu laki-laki itu rindu kepada keempat anaknya dan memberanikan diri untuk pulang kembali. Hari-hari yang indah dan menyenangkan dirasakan mereka, ayah mereka masih seperti dahulu sikap dan kasih sayangnya. Semuanya berjalan baik dan laki-laki itu mulai menanam beberapa jenis rempah, sayuran dan buah. Dia berharap apa yang ditanam akan membawa kebaikan kepada semua orang. Awalnya dia mulai dapat berdamai dengan hati sehingga tak ada lagi nama Lembayung dalam lafaz dan jiwanya. Dirinya kasihan dan iba akan kehidupan sehari-hari dari darah dagingnya sendiri.
Keputusan yang diambil tentu setelah memikirkan dengan baik segalan dampak yang akan muncul dan ditakutkan medis akan membawa permasalahan. Sebagai seorang ayah dirinya merasa gagal memenuhi segala tanggung jawabnya. Mereka hidup dari uang pemberiannya yang hanya cukup untuk satu minggu, tiga minggu berikutnya terpaksalah kanak-kanak tersebut meminta pertolongan warga. Mereka masih sangat muda bahkan si kembar belum mengerti kenapa orang tua mereka tidak lengkap, kemana perginya sanh ibu dan kenapa perempuan yang mereka panggil dengan sebutan ibu terasa seperti orang lain.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
