Surat Untuk Ayah
Hari yang bergulir tanpa memikirkan segala dampak yang akan muncul pada semua manusia yang bergelut dengan takdir mereka yang tak sama. Hal demikian menimpa semua orang dan tak berbatas usia, namun respon setiap orang tentu berbeda kadang baik namun ada juga yang menolak menerima lukisan takdirnya. Beberapa akan terus berupaya dalam perjuangannya untuk merubah takdir ke arah yang lebih baik, orang-orang ini adalah manusia tangguh dan pejuang yang senantiasa meraih kemenangan.
Hal tersebut tak berlaku pada Lembayung, ibu muda yang menjalani rutinitas yang membosankan dan juga monoton. Lembayung adalah ibu muda yang lebih suka menghabiskan waktu dengan membayangkan masa lalu dan prediksi masa depan yang indah sesuai dengan harapannya. Semua serba ada dan kehidupan yang sangat berkecukupan dan semuanya dia peroleh dari pasangan yang gagah rupawan dan juga tajir. Bukan pasangannya di dunia nyata yang miskin dan biasa-biassa saja.
Lembayung adalah ibu muda yang mengasuh anaknya dengan hati yang setengah-setengah, dirinya tak rela bila harus melahirkan keturunan yang tak seperti keinginannaya. Dan beruntunglah bayi perempuan itu karena dirinya terlahir dengan wajah yang cantik rupawan. Kulit putih seputih kapas dan bibir ranumnya yang senantiasa merekah. Mata bulat yang oriental segalanya menandakan jika genetik yang dirinya miliki diwariskan dari ibunya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
