Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Surat Untuk Ayah

Surat Untuk Ayah

Keempat kanak-kanak menjalani aktivitas mereka seperti biasanya, tanpa ada pertanda buruk atau sejenisnya. Dan siang itu mentari bersinar lebih kuat dari sebelumnya, keempat bocah itu melangkahkan kakinya dengan sedikit tegap. Ada makanan yang menunggu mereka siang ini di rumah, ditambah dorongan lapar yang terus mendesak mereka untuk segera makan. Mereka berempat telah melewati masa-masa tersulit namun hari ini sedikit menikmati kebahagian terasa luar biasa.

Tawa canda si kembar masih terdengar saat keempatnya meninggalkan gerbang sekolah, namun masih lima puluh kilometer dari gerbang sekolah, suara kanak-kanak itu tak terdengar lagi. Faktor alam bukan penyebabnya, namun kedua adik dan kakak terlihat takut saat mengamati sesuatu kedua kakak menghentikan langkah mereka. Cempaka bergegas menyusul sedangkan Asih memantau lebih jauh ke belakang.

Mereka kaget dan tak mampu mengucapkan kata-kata disaat melihat pada yang berdiri menghadang perjalanan mereka. Laki-laki dengan badan tegap berdiri tepat di tengah jalan sehingga menghalangi pejalan kaki yang akan lewat. Laki-laki tersebut bukan orang biasa dikalangan warga dia sangat ditakuti, dia adalah bodyguardnya tuan tanah yang memiliki banyak harta, barangkali setengah lebih dari desa mereka sudah tergadai kepada tuan tanah tersebut.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post