Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Surat Untuk Ayah

Surat Untuk Ayah

Malam panjang akhirnya dijalani dengan perut yang berisi lengkap, keempat kanak-kanak terlihat puas dengan rezeki kakaknya. Asih sendiri merasa bermimpi mendapatkan bantuan warga, dirinya dan sang adik semakin bersemangat untuk belajar guna mempersiapkan diri menghadapi ujian. Keempat anak manusia itu tenggelam dalam tumpukkan buku-buku. Meskipun mereka belajar dengan pencahayaan yang terbatas karena hanya ada satu bola lampu di dalam ruangan itu, keempatknya tidak putus asa ataupun mengeluh dengan kondisi mereka yang sangat sederhana.

Ketika jam di dinding berdetak sepuluh kali, Asih menggelar kasur Pelembang yang sudah kabur dimakan usia dan terlihat sangat tipis sebab sudah berkali di tiduri oleh kanak-kanak tersebut. Dua buah bantal besar disusun di bagian atas dan Asih menarik selimut tebal pemberian Bu Sanum tetangga mereka yang tinggal di ujung gang. Setelah si kembar tidur, mereka berdua sebagai kakak perempuan kembali ke ruang tamu, membereskan buku-buku. Sementara sang adik mengumpulkan seragam sekolah untuk digosok, mereka berdua terlihat sangat menikmati pelaksanaan tanggung jawab.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post