Surat Untuk Ayah
Kedua anak kecil itu membuatnya ragu, sebab mereka mengingatkan dirinya akan luka lama. Perjalanan kasih yang dijodohkan oleh orang tua, sebab lelaki yang baik tak harus tampan namun bisa menerima segala kekurangan dirinya. Lembayung sadar kalau dia telah menyakiti hati banyak orang terlebih suaminya. Laki-laki yang teramat sangat mencintainya, dan malah membuatnya mual setiap menatap wajah dan tatapan tulus lelaki itu.
Lembayung mual akan sikap dan perilakunya sendiri, bagaimana dirinya telah berbuat tidak adil kepada penolongnya. Suami yang bekerja banting tulang demi memenuhi selera dan gaya hidupnya yang berlebihan. Kadang-kadang Lembayung menyadari bahwa perbuatannya yang kejam menjadikan suaminya sebagai mesin penghasil uang. Kala buah hati mereka lahir ke dunia dirinya sering berdoa agar paras mereka menyerupai ayahnya agar tak ada rasa bersalah saat meninggalkannya.
Akan tetapi doa Lembayung dikabulkan dalam bentuk yang lain, anak-anaknya cantik dan tampan sebuah kesempurnaan hakiki yang diberikan sang pencipta sekaligus hukuman akan kecurangannya. Dan saat keadaan berubah pernikahan kedua malah tak memberikan kebahagian yang didapatkan sebelumnya, mereka tak diberikan keturunan selayaknya yang diimpikan. Dan sekarang Lembayung hanya bisa memeluk tubuh mungil yang membuatnya rindu berat.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
